Letak Astronomis, Geografis dan Geologis Indonesia Beserta Dampak dan Pengaruhnya

  • Whatsapp
letak-astronomis-indonesia
letak-wilayah-indonesia

Faktor letak wilayah suatu negara merupakan suatu unsur penting karena berpengaruh terhadap kehidupan di suatu wilayah atau daerah tersebut. Indonesia merupakan negara kepulauan dengan sekitar 13. 667 buah pulau, terdiri dari 6000 pulau yang sudah didiami, dan sisanya belum dihuni. Luas wilayah Indonesia mencapai 5. 276.660 km2, dengan 2/3 wilayahnya berupa lautan.

Indonesia memiliki luas daratan 1.904.569 km2 dan luas laut mencapai 3. 272.100 km2. Dikarenakan luas lautan di Indonesia lebih banyak, maka negara Indonesia sering disebut negara Maritim yang memiliki garis pantai terpanjang di dunia, yaitu 81.000 km.

Membahas letak wilayah Negara Republik Indonesia dapat ditinjau dari berbagai sisi, diantaranya letak wilayah Indonesia secara astronomis, geografis, dan letak Indonesia secara geologis. Pembahasan selengkapnya silahkan simak ulasan berikut ini.

Letak Astronomis Indonesia

Letak astronomis adalah letak suatu wilayah/ tempat secara tepat berdasarkan kedudukan garis lintang dan bujur. Garis Lintang merupakan garis imajiner atau garis khayal yang dibuat oleh para ilmuan untuk memetakan wilayah bumi dalam pembagian waktu yang membentang melingkari bumi secara horizontal, yang biasanya terdapat pada peta atau globe sejajar dengan garis khatulistiwa. Garis lintang berpengaruh pada iklim suatu negara.

Garis bujur merupakan garis imajiner atau garis khayal yang dibuat oleh ilmuan dengan arah membujur secara vertikal dan biasanya terdapat pada peta atau globe sebagai penghubung kutub utara dan kutub selatan bumi. Garis bujur berpengaruh pada kondisi waktu setempat suatu negara.

gambar-letak-astronomis-indonesia
Letak Astronomis Indonesia

Letak astronomis Indonesia adalah “antara 6° LU – 11 ° LS dan 95°BT – 141° BT“.

Wilayah Indonesia paling utara adalah pulau We dan 6° LU dan yang paling selatan pulau Roti pada 110 L8, sedangkan wilayah Indonesia paling barat di Pulau We pada 95° BT dan yang paling timur di kota Merauke pada 141° BT. Jarak dari ujung utara (pulau We) sampai ujung selatan (pulau Roti) ialah 17° x 111 km = 1887 km.

Jarak dari batas barat (pulau We) sampai batas paling timur (Merauke) ialah 46° x 111 km = 5.111 km (+ 1/8 keliling bumi).

Dampak Letak Astronomis Indonesia dengan Iklim, Waktu, dan Ekonomi

Dampak letak Astronomis Indonesia dengan iklim, waktu dan ekonomi masyarakat Indonesia, antara lain sebagai berikut;

a. Letak Lintang Indonesia

Berdasarkan garis lintangnya (6° LU-11° LS), maka kondisi Indonesia adalah sebagai berikut;

  1. Sebagian besar wilayah Indonesia terletak di belahan bumi selatan.
  2. Wilayah Indonesia dilalui oleh garis khatulistiwa atau garis lintang 0°. Wilayah-wilayah tersebut adalah Kota Pontianak di Kalimantan Barat, Kota Tumbu di Sulawesi, Kota Bonjol di Sumatra Barat, dan Maluku.
  3. Kondisi Indonesia beriklim tropis dengan ciri-ciri sebagai berikut;
    • Mempunyai iklim tropis.
    • Mempunyai temperatur rata-rata yang tinggi (26°C-28° C).
    • Mempunyai hujan puncak (hujan zenithal).
    • Rata-rata curah hujan tinggi (± 2.000 mm/ tahun).
    • Bebatuan cepat mengalami pelapukan.
    • Terdapat tanaman tropis yang mempunyai nilai ekonomi tinggi.
    • Terdapat perbedaan waktu antara daerah bagian barat dan daerah bagian timur.

b. Letak Bujur Indonesia

Berdasarkan garis bujurnya (95° BT-141° BT), maka wilayah Indonesia memiliki ciri-ciri sebagai berikut;

  1. Memiliki panjang garis bujur sekitar 46° atau lebih dari 5.000 km dari arah barat ke timur, yakni dari Sabang (Aceh) sampai Merauke, Papua.
  2. Wilayah Indonesia seluruhnya terletak di belahan Bumi Timur.
  3. Batas wilayah Indonesia paling barat adalah 94°45′ BT dan paling timur adalah 141°05′ BT.
  4. Memiliki panjang garis bujur antara 94°45′ BT – 141°05′ BT yang menimbulkan pembagian waktu di Indonesia. Pembagian waktu di Indonesia ditetapkan berdasarkan Keppres No. 41 tahun 1987 mulai tanggal 1 Januari 1998, tentang pembagian wilayah waktu di Indonesia menjadi tiga wilayah waktu dengan formulasi sebagai berikut;
    • Waktu Indonesia Bagian Barat (WIB), pusat meridiannya 105° BT, selisih waktu dengan GMT 7 jam. Wilayahnya meliputi: Sumatera, Jawa, Madura, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah.
    • Waktu Indonesia Bagian Tengah (WITA), pusat meridiannya 120° BT, selisih waktu dengan GMT 8 jam. Wilayahnya meliputi: Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Bali, Nusa Tenggara. Sulawesi dan pulau-pulau kecil di sekitarnya.
    • Waktu Indonesia Bagian Timur (WIT), pusat meridiannya 135° BT, selisih waktu dengan GMT 9 jam. Wilayahnya meliputi Kepulauan Maluku, Irian Jaya dan pulau-pulau disekitarnya.

Selain secara astronomis, letak wilayah Indonesia juga dapat dikaji secara geografis. Secara geografis letak Indonesia termasuk sangat strategis karena diapit oleh 2 benua dan 2 samudra. Letak geografis Indonesia juga berpengaruh ke banyak hal hingga terbentuk kondisi geografis yang unik dan beragam. Kondisi geografis Indonesia juga mempengaruhi keadaan penduduknya, seperti pada mata pencaharian penduduk, pola pemukiman penduduk serta sektor ekonomi masyarakat.

Secara umum, Indonesia merupakan negara kepulauan dan menjadi salah satu negara yang paling beragam penduduknya, baik dari segi suku bangsa, budaya, bahasa, adat istiadat, agama, dan lain sebagainya.

Letak Geografis Indonesia

Letak geografis adalah letak suatu tempat berdasarkan keadaan sebenarnya di muka bumi. Letak geografis juga ditentukan oleh aspek astronomis, geologis, fisiografis dan sosial budaya.

gambar-letak-geografis-indonesia
Letak Geografis Indonesia

Letak geografis Indonesia adalahterletak antara dua benua, yaitu benua Asia dan benua Australia serta dua samudra, yaitu Samudra Hindia dan Samudra Pasifik“. Dengan demikian, wilayah Indonesia berada pada posisi silang yang memiliki arti penting dalam kaitannya dengan iklim dan perekonomian masyarakat.

Secara geografis Indonesia juga berbatasan dengan negara-negara lainnya, baik di darat maupun di laut. Batas-batas wilayah Indonesia secara geografis tersebut antara lain:

  1. Wilayah Indonesia di sebelah utara, berbatasan dengan negara Malaysia, Singapura, dan Filipina,
  2. Wilayah Indonesia di sebelah selatan, berbatasan dengan negara Australia,
  3. Wilayah Indonesia di sebelah barat, berbatasan dengan Samudera Hindia,
  4. Wilayah Indonesia di sebelah timur, berbatasan dengan negara Papua Nugini.

Letak geografis Indonesia yang demikian itu berarti Indonesia ada pada titik pusat lajur lalu lintas kehidupan dunia yang sangat ramai sehingga dikatakan Indonesia terletak pada posisi silang (Cross Position) dunia. Indonesia dikatakan sebagai titik persilangan kegiatan perekonomian dunia, yaitu dalam perdagangan negara-negara industri dan negara-negara yang sedang berkembang. Misalnya antara negara-negara industri seperti, Korea, Jepang, dan RRC dengan negara-negara di Asia, Afrika, dan Eropa. Berikut posisi menguntungkan Indonesia;

  1. Indonesia terletak di antara Samudra Pasifik dan Samudra Hindia.
  2. Indonesia terletak di antara Benua Australia dan Benua Asia.
  3. Indonesia terletak di antara Pantai Selatan Afrika dan Benua Amerika.
  4. Indonesia terletak di antara terusan Panama dan terusan Suez

Dampak dan Pengaruh Letak Geografis Indonesia

Dikarenakan wilayah Indonesia terletak di antara dua benua menyebabkan.
a. Memiliki iklim muson yaitu musim yang berganti setiap 6 bulan sekali.
b. Terletak di persimpangan lalu lintas internasional.

Karena terletak di antara dua samudra, menyebabkan Indonesia:
a. Pelayaran sangat ramai.
b. Dipengaruhi oleh iklim laut, udaranya selalu lembab karena banyak mengandung uap air dan banyak hujan.

Karena terletak pada posisi silang yaitu di antara dua benua dan dua samudra wilayah Kepulauan Indonesia sebagai pusat lalu lintas pelayaran dunia yang sangat ramai.

Dampak Letak Geografis dan Luas wilayah Indonesia dalam Bidang Ekonomi.

a. Wilayah daratan Indonesia yang sangat luas dan memiliki tanah yang subur sangat mendukung dalam usaha pertanian, perkebunan dan kehutanan serta pertambangan yang dapat dikembangkan. Hasil pertanian, perkebunan, kehutanan dan pertambangan merupakan komoditas eksport yang penting sehingga mendorong perdagangan Iuar negeri, disamping itu juga mendorong pengembangan lndustri dan pembangunan

b. Wilayah perairan di Indonesia yang sangat luas sangat mendukung dalam usaha penangkapan ikan dan usaha pengelolaan kekayaan laut pun berkembang sehingga merupakan komoditas ekspor yang penting sehingga mendorong perdagangan luar Negeri.

Letak Geologis Indonesia

Posisi geologis suatu wilayah diketahui berdasarkan keadaan batu-batuan yang terdapat pada tubuh bumi. Secara geologis, posisi Indonesia adalah sebagai berikut.

  1. Wilayah Indonesia merupakan pertemuan dari dua deretan Pegunungan lipatan muda dunia, yaitu rangkaian Sirkum Pasifik dan rangkaian Sirkum Mediterania.
  2. Wilayah Indonesia terletak pada pertemuan tiga lempeng besar, yaitu Lempeng Indo-Australia, Eurasia, dan Pasifik.
  3. Wilayah Indonesia terletak pada pertemuan dua daerah paparan, yaitu Paparan Sunda dan Paparan Sahul, serta daerah zona transisi yang terletak di antara keduanya.

a. Pertemuan Deretan Pegunungan

Kepulauan Indonesia terletak di jalur pertemuan antara deretan Pegunungan Sirkum Mediterania dan Sirkum Pasifik. Sirkum Mediterania bermula di sekitar Laut Mediterania (Laut Tengah). Sirkum ini meliputi pegunungan Atlas, Pegunungan Pirene, Apenina, Alpina, Karpatia, Anatolia, Kaukasus, Himalaya, Arakan Yoma, dan bersambung dengan busur dalam dan busur luar Kepulauan Indonesia. Sirkum Mediterania berakhir di Laut Banda.

peta-persebaran-gunung-berapi-di-indonesia
Peta Persebaran gunung Berapi di Indonesia

Sirkum Mediterania terbagai atas jalur busur dalam dan busur luar. Busur dalam dari rangkaian Meditaranian bersifat vulkanis. Di jalur ini banyak Gunung api yang aktif. Contohnya, Gunung Kerinci, Gunung Leuseur, dan Gunung Krakatau. Sementara itu, busur luar dari rangkaian Meditaranian tidak bersifat vulkanis. Busur luar sirkum Meditaranian membentang di pantai barat Sumatra, seperti Pulau Simeuleu, Nias, Mentawai, Enggano, Jawa, Nusa Tenggara, dan Maluku.

Sirkum Pasifik termasuk pegunungan lipatan muda yang diperkirakan terbentuk pada zaman tersier. Sirkum ini dimulai dari deretan Pegunungan Andes di Amerika Selatan, Sierra Madre, pegunungan Rocky, Kepulauan Aleut, Semenanjung Kamchatka, Kepulauan Jepang, Taiwan, Filipina, Sangir-Talaud, Sulawesi Utara, Halmahera, Papua, Selandia Baru, serta Samudra Pasifik.

Indonesia yang dilalui deretan pegunungan merupakan negara dengan jumlah gunung berapi terbanyak di dunia. Tambahan lagi, sebagian besar gunung berapi di Indonesia masih aktif. Letusan gunung berapi menjadikan tanah memiliki unsur hara yang tinggi. Hal ini merupakan salah satu penyebab utama kesuburan tanah di wilayah Indonesia yang memiliki gunung-gunung berapi.

b. Pertemuan Lempeng

Bagian permukaan bumi teratas merupakan lapisan kerak bumi. Lapisan kerak Bumi terdiri atas dua bagian, yaitu:

  1. lempeng benua yang tebalnya sekitar 40 km; dan
  2. lempeng samudra yang tebalnya sekitar 10 km.

Terdapat lempeng-lempeng yang besar dan kecil di bagian kerak bumi. Lempeng-lempeng tersebut di beberapa wilayah bergerak saling menjauh dan di beberapa wilayah lain bergerak saling mendekat dan bertabrakan.

letak-geologis-indonesia
Letak Geologis Indonesia

Pada wilayah Indonesia terdapat tiga zona pertemuan tiga lempeng yaitu sebagai berikut.

  1. Bagian utara Indonesia berbatasan dengan lempeng Eurasia dan perluasannya ke arah selatan yang tenggelam di bawah permukaan air laut.
  2. Bagian barat dan selatan Indonesia dibatasi Lempeng Indo-Australia yang mencakup India, dasar Samudra Hindia, Australia, dan perluasannya ke arah utara. Lempeng Indo-Australia bertumbukan dengan lempeng Eurasia di lepas pantai Sumatra, Jawa dan Nusa Tenggara.
  3. Bagian timur Indonesia dibatasi Lempeng Pasifik yang meluas ke arah barat daya. Lempeng Pasifik bertumbukan dengan Lempeng Indo-Australia di utara Papua dan Maluku Utara.

Posisi Indonesia yang berada pada pertemuan ketiga lempeng tersebut menyebabkan di Indonesia sering terjadi gempa bumi. Gempa bumi dapat terjadi akibat tumbukan antar lempeng.

Wilayah Indonesia yang terletak di antara tiga lempeng membuat kemungkinan terjadinya gempa bumi sangat besar. Sebagian besar wilayah di Indonesia-kecuali Wilayah Kalimantan-rawan gempa.

c. Pertemuan Paparan dan Zona Transisi

Indonesia terletak di antara dua paparan besar yaitu Paparan Sunda dan Paparan Sahul. Paparan merupakan wilayah laut dangkal yang menghubungkan Wilayah daratan besar. Paparan Sunda berada di daerah Indonesia bagian barat yang berhubungan langsung dengan Benua Asia. Paparan Sunda mencakup Wilayah Semenanjung Malaysia, Sumatra, Jawa, Madura, Bali dan pulau-pulau kecil di sekitarnya. Adapun Paparan Sahul berada di Indonesia bagian timur yang berhubungan langsung dengan Benua Australia. Paparan Sahul mencakup wilayah sangat luas, membentang dari bagian utara Papua hingga bagian utara Benua Australia.

Di antara Paparan Sunda dan Paparan Sahul terdapat Wilayah yang disebut zona transisi. Wilayahnya meliputi daerah-daerah perairan Laut Sulawesi, Laut Maluku, Laut Banda dan Laut Flores. Zona transisi berimpit dengan garis Wallace (Wallace line). Garis Wallace membujur arah utara-selatan melalui Selat Makassar dan Selat Lombok (antara P. Bali dan P. Lombok). Garis Wallace semula adalah garis yang membatasi fauna dan flora yang berbeda antara bagian timur dan barat Indonesia. Namun, garis ini ternyata juga dapat memperlihatkan bentuk fisiografi yang berbeda antara bagian timur dan barat Indonesia.

Keberadaan Paparan Sahul, Paparan Sunda, dan zona transisi ini memiliki arti penting dalam keanekaragaman hayati di Indonesia.

Jika kita perhatikan, terdapat kesamaan flora-fauna Indonesia dengan flora-fauna di Benua Asia dan Benua Australia. Pada wilayah Indonesia bagian barat yang termasuk bagian Paparan Sunda, flora dan faunanya memiliki kesamaan dengan flora-fauna di Benua Asia. Adapun pada wilayah Indonesia bagian timur yang termasuk bagian Paparan Sahul, flora-faunanya memiliki kesamaan dengan flora-fauna di Benua Australia. Sementara untuk wilayah Indonesia bagian tengah yang tidak termasuk bagian Paparan Sunda maupun Sahul, flora-faunanya sebagian besar khas Indonesia, tidak memiliki kesamaan dengan flora-fauna di Benua Asia maupun di Benua Australia.

Pengaruh Letak Geologis Indonesia

Peristiwa tektonik yang lumayan aktif di wilayah Indonesia tidak hanya berpotensi memunculkan bencana alam, tetapi juga menguntungkan untuk Indonesia karena banyak terjadi Sedimentary Basin( cekungan sedimen). Cekungan ini menampung sedimen yang berikutnya menjadi batuan induk ataupun batuan reservoir hydrocarbon yang dapat menyimpan kandungan minyak bumi di dalamnya.

Pengaruh letak geologis Indonesia terhadap keadaan tanah serta penampakan alam yaitu sebagai berikut:

  1. Kepulauan Indonesia mempunyai banyak gunung api yang aktif. lebih- lebih di daerah barat. Hal ini karena daerah barat dilalui oleh rangkaian sirkum pegunungan mediterania. Sirkum mediterania merupakan rangkaian pegunungan api muda, sehingga lebih berpotensi aktif.
  2. Laut di Indonesia bagian barat ialah laut dalam. Sebaliknya daerah tengah serta timur terdiri dari lautan yang dangkal. Hal ini dipengaruhi oleh keadaan geologis Indonesia yang dilalui oleh dangkalan Sunda serta Dangkalan Sahul. Tidak hanya itu juga ada daerah di Indonesia yang terletak diantara 2 dangkalan tersebut( Australia- Asiatis).
  3. Wilayah Indonesia menyimpan banyak tambang serta mineral semacam emas, besi serta perak. Hal ini disebabkan karena terdapat banyak cekungan sedimen( sedimentary basin) akibat aktifitas tektonik. Cekungan sedimen mengakomodasikan sedimen yang bisa berubah menjadi batuan lain. Hal ini menimbulkan terbentuknya endapan mineral.
  4. Wilayah Indonesia termasuk daerah “rawan bencana”. Di Indonesia kerap terjadi gempa bumi tektonik maupun gempa bumi vulkanik yang disebabkan aktivitas geologis.
  5. Pegunungan di Indonesia termasuk rangkaian pegunungan muda sirkum mediterania wilayah barat serta sirkum pasifik wilayah timur.
  6. Di Indonesia ada banyak jenis-jenis tanah sebagai lahan pertanian serta perkebunan yang subur. Hal ini juga diakibatkan oleh kegiatan gunung merapi yang menciptakan tanah vulkanik. Tanah vulkanik memiliki banyak faktor hara yang jadi penanda kesuburan tanah.
  7. Indonesia mempunyai banyak keanekaragaman hayati, baik flora ataupun faunanya. Bahkan di Indonesia terdapat banyak flora-fauna endemik yang jadi flora serta fauna yang dilindungi. Hal ini salah satunya dipengaruhi oleh 2 dangkalan yang melewati wilayah Indonesia.
  8. Sering muncul gunung berapi di tengah laut. Terutama wilayah barat yang dilalui sirkum Mediterania. Gunung api muda yang masih aktif ini juga ada di tengah laut serta terus berkembang.

Jadi bisa disimpulkan bahwa letak geologis sesuatu daerah sangat mempengaruhi terhadap sumber energi yang ada di daerah tersebut. Baik sumber daya alam ataupun sumber daya mineralnya. Indonesia sebagai negara kepulauan sesungguhnya memiliki letak geologis yang sangat menguntungkan. Meskipun juga terdapat banyak dampak negatif yang perlu diwaspadai.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *