Pengertian Peta; Fungsi, Tujuan, Jenis dan Komponen Peta

  • Whatsapp
gambar-komponen-peta

Kalian tentu sudah mengenal apa yang dimaksud dengan peta. Biasanya, peta kita gunakan untuk melihat letak suatu tempat atau wilayah. Contohnya, kita baru pertama kali pergi ke Semarang dan ingin mengunjungi Lawang Sewu. Hal itu akan lebih mudah dilakukan jika kita memiliki peta Semarang.

pengertian-peta

Pengertian Peta

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, peta berarti gambar atau lukisan pada kertas dan sebagainya yang menunjukkan letak tanah, laut, sungai, gunung, dan lain-lain. Menurut Komisi Ahli Kartografi, peta adalah gambaran konvensional permukaan bumi yang diperkecil seperti penampakan yang terlihat dari atas. Penampakan tersebut digambarkan menggunakan simbol-simbol sebagai pengganti penampakan yang ada di permukaan bumi. Selain itu, ditambahkan juga tulisan-tulisan sebagai keterangan tentang simbol-simbol yang digunakan. Pada awal abad ke-2 SM, Claudius Ptolemaeus mengemukakan arti penting sebuah peta. Kumpulan peta-peta hasil karyanya dibukukan dan diberi nama Geographia.

Pengertian Peta Menurut Para Ahli

Berikut ini pengertian Peta menurut para ahli baik dari dalam maupun luar negeri yang menyampaikan pendapatnya mengenai pengertian peta.

  1. Menurut Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (BAKOSURTANAL Tahun 2005)
    Peta adalah wahana untuk penyimpanan serta penyajian data keadaan lingkungan, merupakan sumber data untuk para perencana serta pengambilan keputusan pada tahapan dan tingkatan pembangunan.
  2. Menurut Erwin Raisz (1948)
    Peta merupakan gambaran konvensional dari kenampakan muka bumi yang diperkecil seperti kondisi ketampakan yang dilihat secara vertikal dari atas, disusun pada bidang datar serta diberi tambahan tulisan-tulisan sebagai penjelas.
  3. Menurut Aryono Prihandito (1988)
    Peta yaitu gambaran permukaan bumi dalam skala tertentu yang digambar pada bidang datar melalui sistem proyeksi tertentu.
  4. Menurut Soetarjo Soerjosumarmo
    Peta yaitu lukisan tinta dari seluruh ataupun sebagian permukaan bumi yang diperkecil dengan perbandingan dimensi yang disebut skala ataupun kadar.
  5. Menurut ICA (International Cartographic Association)
    Peta yaitu gambaran ataupun representasi unsur-unsur ketampakan abstrak yang dipilih dari permukaan bumi yang memiliki kaitan dengan permukaan bumi ataupun benda-benda angkasa, yang umumnya digambar pada sesuatu bidang datar serta diperkecil/ diskalakan.

Ilmu yang mempelajari segala sesuatu tentang peta, termasuk studi pembuatan peta, jenis-jenis peta, dan penggunaan peta disebut kartografi.

Pengertian Atlas dan Globe

Apa itu Atlas? Pengertian atlas yaitu kumpulan peta-peta yang mempunyai tema sama dan disusun dalam bentuk buku. Cara penggunaan atlas pada dasarnya sama dengan cara penggunaan peta. Namun, daerah yang dipaparkan di dalam atlas lebih beragam jika dibandingkan dengan peta.

Pada umumnya, atlas terbagi atas atlas umum dan atlas khusus. Contoh atlas umum adalah Atlas Indonesia yang berisi peta-peta provinsi di Indonesia. Contoh atlas khusus adalah Atlas Sejarah Indonesia, yang khusus menggambarkan peta-peta yang berkaitan dengan sejarah Indonesia. Di dalam atlas terdapat unsur atau bagian-bagian sebagai berikut.

  1. Judul atlas. Bagian ini mencerminkan isi yang digambarkan pada peta-peta di dalamnya. Contohnya, Atlas Dunia dan Atlas Flora dan Fauna.
  2. Daftar isi. Bagian ini berisi daftar urutan isi atlas. Daftar isi memudahkan pengguna atlas untuk menemukan informasi yang dibutuhkan.
  3. Peta-peta dengan judulnya.
  4. Legenda peta. Bagian ini menjelaskan arti simbol-simbol atau warna yang terdapat dalam atlas.
  5. Indeks. Bagian ini memuat nama-nama yang ada dalam atlas, seperti nama kota, nama jalan, gunung, sungai, atau laut. Indeks sangat berguna sebagai panduan bagi pengguna atlas untuk mencari tempat-tempat tertentu dalam peta.

Sebagai kumpulan peta-peta yang memiliki tema sama, atlas memiliki sejumlah fungsi sebagai berikut.

  1. Menunjukkan lokasi wilayah tertentu.
  2. Membandingkan luas, letak, dan lokasi tertentu dengan negara lain.
  3. Membandingkan perbedaan relief antarwilayah.
  4. Menunjukkan lokasi kota, sungai, atau danau.

Berbeda dengan peta dan atlas, pengertian globe adalah tiruan bola bumi dalam bentuk kecil. Globe berbentuk bola yang menggambarkan bentuk bumi yang bulat. Di atas permukaannya, digambarkan berbagai penampakan yang terdapat di permukaan bumi. Dengan ini, globe menjadi miniatur atau model yang menggambarkan bentuk bumi yang sebenarnya. Kedudukan globe condong sebesar 66 1/2° terhadap bidang datar. Kedudukan itu sama dengan kecondongan bumi terhadap bidang ekliptika. Ekliptika adalah garis lingkar semu peredaran bumi mengelilingi matahari yang ditempuh dalam waktu satu tahun.

Secara umum, globe bermanfaat untuk memberikan informasi geografis berikut:

  1. Menggambarkan letak garis lintang dan bujur, letak ekuator, letak kutub, dan letak bujur 180° dengan jelas dalam bentuk tiga dimensi.
  2. Mengetahui perbedaan waktu di berbagai tempat di muka bumi.
  3. Menjelaskan terjadinya siang dan malam.
  4. Mengetahui perbedaan iklim melalui garis lintang.
  5. Menjelaskan proses gerhana bulan dan gerhana matahari.
  6. Menggambarkan gerak rotasi bumi.
  7. Menggambarkan letak dan luas suatu daerah, negara, benua, dan laut secara lebih akurat.

Fungsi dan Tujuan Peta

Peta berfungsi untuk menggambarkan suatu wilayah dalam ukuran yang lebih kecil, baik secara detail maupun menyeluruh. Peta juga dapat dimanfaatkan sebagai sumber data untuk perencanaan dan pelaksanaan pembangunan. Selain itu, peta juga dapat dipergunakan sebagai sumber data untuk keperluan strategi militer.

Dalam kehidupan sehari-hari, peta banyak digunakan oleh para pengajar dan pelajar, orang yang bekerja di bidang perhubungan (seperti nakhoda kapal atau pilot pesawat), serta para pencinta alam atau pendaki gunung. Peta juga sangat bermanfaat bagi Tim SAR dalam mencari atau membantu korban bencana, misalnya mencari korban jatuhnya pesawat terbang.

Peta juga dapat djgunakan untuk dapat memahami perbedaan kondisi geografis setiap wilayah. Analisis terhadap kondisi geografis membutuhkan peta umum dan berbagai macam peta tematik. Contohnya, penelitian mengenai masalah banjir di Jabodetabek. Peneliti memerlukan peta umum sebagai peta dasar untuk mengetahui relief muka bumi wilayah yang bersangkutan. Peneliti juga memerlukan beberapa peta tematik untuk mengenali secara lebih mendalam tentang wilayah Jabodetabek. Peta tematik yang dibutuhkan, misalnya peta curah hujan, peta penggunaan lahan, dan peta persebaran daerah banjir di Jabodetabek. Peta-peta tersebut dibutuhkan agar peneliti dapat menarik kesimpulan untuk penanganan banjir di Jabodetabek.

Fungsi Peta

Ada banyak fungsi peta. Aryono Prihandito, dalam buku Kartografi, membedakan fungsi peta menjadi empat. Keempat fungsi peta tersebut adalah sebagai berikut.

  1. Menunjukkan posisi atau lokasi relatif.
  2. Menunjukkan jarak antarkota atau luas daerah di muka bumi.
  3. Memperlihatkan bentuk atau dimensi penampakan tertentu seperti gunung, sungai, dan benua.
  4. Mengumpulkan dan menyeleksi data-data dari suatu daerah dan menyajikannya di atas peta.

Baca juga: Letak Astronomis, Geografis dan Geologis Indonesia Beserta Dampak dan Pengaruhnya

Tujuan Peta

Sementara itu, tujuan pembuatan peta antara lain adalah sebagai berikut.

  1. Menggambarkan penampakan suatu wilayah.
  2. Menyampaikan informasi-informasi penting dari suatu wilayah.
  3. Menganalisis data spasial berdasarkan persebaran bentang alam.
  4. Pembuatan desain jalan berdasarkan relief sebenarnya (kontur).
  5. Keperluan pembangunan, misalnya konstruksi jalan, perencanaan kebutuhan penduduk, atau navigasi.

Jenis Peta

Peta dapat dibedakan berdasarkan informasi, jenis, skala, dan bentuknya. Jenis peta berdasarkan informasinya, dapat dibedakan atas peta umum/ peta ikhtisar dan peta khusus/ peta tematik.

  • Peta umum/ peta ikhtisar adalah peta yang menggambarkan segala sesuatu yang terdapat di suatu daerah. Contohnya, peta wilayah Republik Indonesia. Dalam peta ini, penampakan yang digambarkan adalah objek-objek yang ada di muka bumi, seperti pola aliran sungai, relief, objek-objek geografis, wilayah administrasi, permukiman, dan penampakan lain (hutan, tanah kosong, dan rawa).
  • Peta khusus/ peta tematik adalah peta yang hanya menggambarkan penampakan-penampakan tertentu di permukaan bumi. Peta ini tidak menggambarkan semua penampakan alam dan buatan, tetapi hanya menggambarkan hal-hal yang sesuai dengan kebutuhan pembuat. Contohnya, peta kepadatan penduduk, peta pariwisata, dan peta penggunaan lahan.
gambar-peta-tematik
Contoh Peta Tematik

Selanjutnya Peta berdasarkan jenisnya, dapat dibedakan menjadi peta foto dan Peta garis.

  1. Peta foto adalah peta yang dihasilkan dari mozaik foto udara yang dilengkapi kontur, nama, dan legenda.
  2. Peta garis adalah peta yang menyajikan detail alam dan buatan manusia dalam bentuk titik, garis, dan luasan.

Jenis Peta berdasarkan skalanya, dapat dibedakan menjadi Peta kadaster, Peta besar, Peta sedang, Peta kecil, dan Peta geografis.

  1. Peta kadaster (super besar), yaitu jenis peta yang memiliki skala antara 1: 100 sampai 1: 5000. Contohnya : Peta pertanahan dan Peta Pertambangan.
  2. Peta besar, yaitu jenis peta yang memiliki skala antara 1: 5000 sampai 1: 250.000. Contohnya : peta kecamatan atau kabupaten.
  3. Peta sedang, yaitu jenis peta yang memiliki skala antara 1: 250.000 sampai 1: 500.000. Contohnya : peta provinsi.
  4. Peta kecil, yaitu jenis peta yang memiliki skala antara 1: 500.000 sampai 1: 1.000.000. Contohnya : peta negara.
  5. Peta geografis (sangat kecil), yaitu jenis peta yang memiliki skala 1: 1.000.000 ke bawah. Contohnya : Peta benua atau dunia.

Jenis Peta berdasarkan bentuknya, antara lain dapat dibedakan atas peta timbul (peta relief), peta datar (peta biasa), dan peta digital (peta terkomputerisasi).

  1. Peta timbul (peta relief) adalah peta yang dibuat berdasarkan bentuk permukaan bumi yang sebenarnya. Pada peta timbul, bentuk-bentuk relief muka bumi yang dipetakan tampak dengan jelas.
  2. Peta datar (peta biasa) adalah peta yang dibuat pada satu bidang datar. Pada peta ini, bentuk muka bumi dibedakan dengan warna dan simbol-simbol yang diberi keterangan pada bagian legenda peta.
  3. Peta digital (peta terkomputerisasi) adalah peta yang dibuat dan dapat dibaca melalui komputer. Perangkat keras dan perangkat lunak pada komputer memberikan kemudahan bagi kartografer untuk membuat ataupun melakukan perubahan pada peta tersebut. Melalui komputer, analisis data spasial pada peta dapat dilakukan dengan mudah dan cepat. Selain itu, penyimpanan data peta akan lebih aman dan efisien.

Komponen Peta

Dalam peta, semua informasi tentang penampakan alam maupun buatan disajikan dalam bentuk simbol dan tulisan. Oleh karena itu, untuk mendapatkan informasi yang lengkap dari peta, seseorang harus mengetahui dan memahami komponen yang ada dalam peta, termasuk simbol-simbol yang ada di dalamnya.

gambar-komponen-peta

Komponen tersebut adalah judul peta, tanda arah, legenda, garis astronomis, inset peta, tahun pembuatan dan sumber peta, simbol. serta skala peta.

a. Judul Peta.

Pada bagian atas peta, biasanya, terdapat nama atau judul peta yang menunjukkan isi yang ingin digambarkan. Biasanya, judul ditulis dengan huruf kapital dan berukuran lebih besar daripada ukuran huruf lain di dalam peta.

b. Tanda Arah.

Tanda arah (orientasi) merupakan tanda yang berfungsi untuk menunjukkan arah mata angin peta. Tanda arah diletakkan di sebelah kanan atau kiri di bawah judul peta. Biasanya, tanda arah yang digunakan berbentuk panah yang mengarah ke arah utara. Berdasarkan arah panah tersebut, kita dapat menentukan arah-arah lainnya.

c. Garis Astronomis.

Garis astronomis adalah garis khayal yang mengelilingi bumi. Garis astronomis terdiri atas garis lintang (paralel) dan garis bujur (meridian). Garis astronomis berguna untuk menentukan letak astronomis suatu tempat yang dipetakan. Koordinat garis lintang dan garis bujur terletak pada pinggir peta.

d. Inset Peta.

Inset peta adalah peta kecil yang ada di dalam peta. Fungsinya adalah menggambarkan posisi wilayah yang dipetakan dibandingkan dengan wilayah sekitarnya yang lebih luas. Contohnya, posisi DKI Jakarta terletak di Pulau Jawa.

e. Tahun Pembuatan dan Sumber Peta.

Umumnya, tahun pembuatan dan sumber peta diletakkan pada sudut kiri bawah di luar garis tepi peta atau di bawah kolom legenda. Tahun pembuatan dan sumber peta perlu dicantumkan untuk menginformasikan kapan dan siapa yang membuat peta tersebut.

f. Simbol.

Simbol berfungsi untuk menyederhanakan penampakan objek-objek di muka bumi. Simbol peta mewakili bentuk-bentuk asli yang ada di muka bumi. Melalui simbol, kita dapat mengetahui berbagai penampakan alam maupun buatan manusia yang terdapat pada suatu wilayah. Simbol dapat dibagi atas tiga jenis, yaitu simbol titik, simbol garis, dan simbol area.

  1. Simbol titik adalah lambang yang digunakan untuk memperlihatkan persebaran berbagai penampakan di permukaan bumi. Contohnya gunung, letak kota, gedung, atau bandara di suatu wilayah.
  2. Simbol garis. Kondisi geografis yang digambarkan dengan simbol garis adalah objek geografis yang memiliki panjang, misalnya garis pantai, sungai, jalan raya, atau rel kereta api.
  3. Simbol area. Simbol area menunjukkan adanya luasan dari sebuah objek geografis. Contohnya, danau, sawah, hutan, atau kawasan industri.
simbol-pada-peta

g. Skala Peta.

Skala peta adalah perbandingan antara jarak pada peta dengan jarak sebenarnya di permukaan bumi. Pada globe, skala menyatakan perbandingan antara garis-garis bumi dengan jari-jari globe. Skala peta dapat dinyatakan dengan tiga cara, yaitu skala numerik (skala angka), skala inch to mile, dan skala grafis.

  1. Skala numerik atau skala angka menyatakan perbandingan antara jarak pada peta dengan jarak sebenarnya dalam bentuk angka. Contohnya, jika pada peta tertulis skala 1:1.000.000, maka satu satuan jarak pada peta mewakili 1.000.000 satuan jarak sebenarnya.
  2. Skala inch to mile menyatakan perbandingan antara jarak per inci pada peta dengan jarak per mil sebenarnya. Jika skala ditulis l inch to mile, maka 1 inch pada peta mewakili 1 mil (1 mil = 1,6093 km) pada keadaan sebenarnya.
  3. Skala grafis atau skala garis atau skala batang. Pada skala ini, perbandingan antara jarak pada peta dengan jarak sebenarnya dinyatakan dalam bentuk garis. Skala grafis ditunjukkan oleh kotak (persegi panjang) yang dibagi dalam bagian-bagian yang sama di mana bagian kotak menunjukkan panjang yang sama.
skala-peta

h. Legenda.

Legenda merupakan bagian peta yang memuat keterangan simboI-simbol yang digunakan dalam peta. Umumnya, legenda diletakkan di bawah gambar, tetapi masih berada di dalam garis peta. Legenda dibuat untuk memudahkan pemakaian peta untuk membaca maupun memahami isi peta.

contoh-legenda-peta

Syarat-Syarat Peta yang Baik

Untuk dapat menggambar peta dengan baik, ada tiga syarat yang harus kita perhatikan. Syarat-syarat tersebut adalah sebagai berikut.

  1. Konform, artinya bentuk peta harus persis menyerupai bentuk aslinya (tidak boleh mengubah, menambah, atau mengurangi bagian yang ada).
  2. Ekuivalen, artinya ukuran skala pada peta harus sesuai dengan kenyataan sebenarnya. Contohnya, pada peta dengan skala 1:1.000.000, jarak titik A dan titik B adalah 1 cm. Jadi, jarak sebenarnya antara kedua titik tersebut adalah 1.000.000 cm atau 10 km.
  3. Ekuidistan, artinya dengan skala tertentu, jarak atau posisi dari segala penampakan harus sesuai dengan keadaan sebenarnya.

Demikian ulasan tentang “Pengertian Peta: Fungsi, Tujuan, Jenis dan Komponen Peta” yang dapat kami sampaikan. Baca juga artikel Geografi menarik lainnya hanya di situs BerkasIlmu.com

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *