Perkembangan Pengaruh Islam Di Indonesia

  • Whatsapp

Agama Islam disampaikan sebagai wahyu kepada Nabi Muhammad saw. pada abad ke-7. Di tengah-tengah masyarakat jahiliyah, Nabi menyiarkan ajaran Allah di Mekah, Madinah, dan sekitarnya. Penyiaran agama Islam diteruskan oleh para sahabat Nabi, wali, ulama, dan tokoh-tokoh pejuang Islam dari satu tempat ke tempat lain. Akhirnya agama Islam tersebar hingga ke Eropa, Afrika, India, Cina, dan Nusantara. Proses penyebaran itu berlangsung secara bertahap, berkelanjutan, dan dengan berbagai cara.

Proses Masuk dan Berkembangnya Islam di Nusantara – Proses masuknya agama Islam ke Nusantara masih diperdebatkan waktu kepastiannya. Beberapa sejarawan menyebut abad ke-7 sebagai awal masuknya agama Islam ke Nusantara. Sebagian ahli sejarah yang lain menyebut abad ke-13.

Kedua pendapat yang disampaikan itu, sudah barang tentu didasarkan pada alasan yang kuat, yakni berupa bukti-bukti peninggalan sejarah. Sumber sejarah yang menginformasikan Islam masuk ke Nusantara pada abad ke-7 berasal dari berita Cina zaman Dinasti Tang.

Catatan ini menerangkan bahwa pada tahun 674 Masehi, di pantai Sumatera Barat telah terdapat perkampungan orang-orang Arab yang beragama Islam. Perkampungan tersebut dinamakan Barus atau Fansur. Sumber sejarah yang menyatakan Islam mulai masuk ke Nusantara pada abad ke-13 adalah sebagai berikut.

  1. Catatan perjalanan Marco Polo yang menerangkan bahwa ia pernah singgah di Perlak pada tahun 1292 dan berjumpa dengan orang-orang yang telah menganut agama Islam.
  2. Ditemukannya nisan makam Raja Samudera Pasai, Sultan Malik al-Saleh yang berangka tahun 1297 Masehi.

Baca juga: Peninggalan Sejarah Islam di Indonesia

Para sejarawan memang berbeda pendapat tentang waktu masuknya Islam ke Nusantara. Namun, lebih banyak ahli sejarah yang cenderung percaya bahwa masuknya Islam ke Nusantara pada abad ke-7. Abad ke-13 menunjuk pada perkembangan Islam hingga tumbuhnya kerajaan-kerajaan Islam di Nusantara.

Siapakah pembawa Islam ke Indonesia? Berdasarkan penelitian para ahli, agama Islam dibawa dan dikembangkan ke Indonesia oleh para pedagang dari Gujarat, Arab, dan Persia. Penerima ajaran Islam adalah masyarakat di kota-kota pelabuhan atau tempat-tempat di pesisir pantai.

Oleh karena itu, agama Islam kemudian berkembang amat pesat dengan adanya kerajaan-kerajaan di pesisir pantai. Di Sumatera, setelah munculnya Kerajaan Samudera Pasai pada abad ke-13 agama Islam menyebar ke selatan hingga akhirnya dianut sebagian besar masyarakat Sumatera.

Agama Islam mulai berkembang di Pulau Jawa pada abad ke-11. Bukti yang memperkuat dugaan itu adalah ditemukannya batu nisan Fatimah binti Maimun di Leran, Gresik yang berangka tahun 1082 M. Pertumbuhan masyarakat muslim di Jawa semakin meningkat manakala muncul Kerajaan Demak pada sekitar tahun 1500. Ketika Raden Patah berkuasa di hampir seluruh daerah pesisir utara Pulau Jawa, agama Islam menjadi dasar kehidupan bernegara, berbangsa, dan bermasyarakat di wilayah itu.

Perkembangan agama Islam di Maluku berkaitan erat dengan kegiatan perdagangan di jalur Malaka-Maluku. Raja Ternate ke-12, Malomatiya (1350-1357) bersahabat baik dengan pedagang-pedagang Arab. Bahkan mereka bekerja sama dalam pembuatan kapal-kapal. Persahabatan ini menjadi benih bagi pertumbuhan agama Islam di kawasan Maluku.

Raja-raja Maluku yang memeluk agama Islam, yaitu Marhum (1465-1486) dan Zainal Abidin (1486-1500). Zainal Abidin memperoleh ajaran Islam dari Madrasah Giri Prabu Satmata di Jawa. Adanya hubungan yang baik antara Ternate, Hitu, dan Sunan Giri di Jawa telah membawa masyarakat Maluku ke dalam pelukan agama Islam.

Masyarakat Kalimantan Selatan banyak yang memeluk Islam setelah Pangeran Samudera menaiki takhta Kerajaan Banjar. Raja baru ini berganti nama menjadi

Sultan Suryanullah. Masyarakat Kalimantan Timur yang sebelumnya menganut kepercayaan animisme, dinamisme, dan agama Hindu berpindah agama setelah datang dua orang mubaligh dari Sumatera Barat, yaitu Datok ri Bandang dan Tuan Tunggang Parangan.

Daerah Sulawesi, terutama bagian selatan, telah didatangi pedagang muslim pada sekitar abad ke-15. Para pedagang itu tiba melalui Malaka, Sumatera, dan Jawa. Tokoh-tokoh dari Sumatera Barat yang berperan menyebarkan agama Islam di Sulawesi Selatan ialah Datok ri Bandang, Datok Sulaeman, dan Datok ri Tiro.

Gambar Peta rute penyebaran agama Islam di Nusantara
Peta rute penyebaran agama Islam di Nusantara

Pada sekitar abad ke-16 hampir sebagian besar masyarakat Nusantara telah memeluk agama Islam. Mereka melaksanakan ajaran Islam Secara menyeluruh. Faktor penyebab mudah berkembangnya agama Islam di Nusantara, yaitu:

  1. agama Islam disebarkan dengan jalan damai,
  2. tidak adanya sistem kasta dalam Islam,
  3. upacara ritual dalam Islam sangat sederhana, dan
  4. syarat seseorang masuk Islam amat mudah.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *