Sejarah Lengkap Kerajaan Ternate dan Tidore

  • Whatsapp
Letak Geografis Kerajaan Ternate dan Tidore
Secara Geografis Kerajaan Ternate dan Tidore memiliki letak yang sangat penting dalam dunia pelayaran dan perdagangan pada masa itu. Kedua kerajaan itu terletak di daerah Kepulauan Maluku yang menjadi sumber rempah-rempah.
Rempah-rempah menjadi barang dagangan utama dalam dunia pelayaran dan perdagangan. Itulah sebabnya setiap pedagang dan bangsa-bangsa yang datang ke daerah timur bertujuan untuk menemukan sumber rempah-rempah. Maka muncullah hasrat untuk menguasai barang dagangan rempah-rempah. Kehidupan seperti itu sangat besar pengaruhnya terhadap kehidupan masyarakat Maluku di segala bidang kehidupannya.
Wilayah kerajaan Ternate dan Tidore
  • KERAJAAN TERNATE
Sekitar abad ke-13 berdiri Kerajaan Ternate di Maluku, dengan ibukota terletak di Sampalu (Pulau Ternate). Selain Kerajaan Ternate, di Maluku juga telah berdiri kerajaan lain, seperti Jaelolo, Tidore, Bacan, dan Obi. Kerajaan Ternate adalah kerajaan termaju diantara kerajaan lain di wilayah Ternate. Kerajaan Ternate banyak dikunjungi oleh pedagang, baik dari Nusantara maupun pedagang asing.
Raja Ternate yang pertama adalah Sultan Marhum (1465-1495 M). Kemudian Sultan Marhum digantikan oleh putranya yang bernama Zainal Abidin sebagai raja Ternate. Pada masa pemerintahannya, Zainal Abidin giat menyebarkan agama Islam ke pulau-pulau di sekitarnya, bahkan sampai ke Filiphina Selatan. Zainal Abidin memerintah Kerajaan Ternate hingga tahun 1500 M. Setelah wafat, secara berturut-turut pemerintahan di Ternate dipegang oleh Sultan Sirullah, Sultan Hairun, dan Sultan Baabullah. Pada masa pemerintahan Sultan Baabullah, Kerajaan Ternate mengalami puncak kejayaannya. Wilayah kerajaan Ternate meliputi Mindanao, seluruh kepulauan di Maluku, Papua, dan Timor. Bersamaan dengan itu, agama Islam juga tersebar sangat luas.
Kehidupan Ekonomi, Sosial, dan Kebudayaan
Perdagangan dan pelayaran di Maluku mengalami perkembangan yang pesat sehingga pada abad ke-15 Kerajaan Ternate menjadi kerajaan penting di Maluku. Para pedagang asing datang ke Ternate menjual barang perhiasan, pakaian, dan beras untuk ditukarkan dengan rempah-rempah. Ramainya perdagangan memberikan keuntungan besar bagi perkembangan Kerajaan Ternate, sehingga dapat membangun laut yang cukup kuat. Sebagai kerajaan yang bercorak Islam, kehidupan sehari-harinya masyarakat Ternate banyak menggunakan hukum Islam. Hal itu dapat dilihat pada saat Sultan Hairun dari Ternate dengan De Mesquita dari Portugis melakukan perdamaian dengan mengangkat sumpah dibawah kitab suci Al-Qur’an. Hasil kebudayaan dari kerajaan Ternate adalah keahlian masyarakatnya dalam membuat kapal, seperti kapal kora-kora.
  • KERAJAAN TIDORE
Kerajaan tidore terletak di selatan Ternate. Menurut silsilah, Raja pertama kerajaan Tidore adalah Muhammad Naqal yang naik tahta pada tahun 1081 M. Baru pada tahun 1471 M, agama Islam masuk di kerajaan Tidore yang dibawa oleh Ciriliyah, Raja kesembilan di Kerajaan Tidore. Ciriliyah atau Sultan Jamaluddin bersedia masuk Islam berkat dakwah yang dilakukan oleh Syekh Mansur dari Arab.
Kehidupan Politik dan Kebudayaan
Kerajaan Tidore mencapai puncak kejayaan pada masa pemerintahan Sultan Nuku (1780-1805 M). Sultan Nuku berhasil menyatukan Ternate dan Tidore untuk bersama-sama melawan Belanda yang dibantu Inggris. Belanda kalah dan dapat diusir dari Ternate dan Tidore. Sejak saat itu, Tidore dan Ternate tidak mendapat gangguan dari Portugis, Spanyol, Belanda maupun Inggris sehingga semakin meningkat kemakmuran rakyatnya. Kerajaan tidore memiliki wilayah yang cukup luas, meliputi Pulau Seram, Makean Halmahera, Pulau Raja Ampat, Kai, dan Papua. Pengganti Sultan Nuku adalah adiknya, Zainal Abidin. Ia juga giat menentang Belanda yang berniat menjajah kembali.
Kehidupan Ekonomi dan Sosial
Sebagai kerajaan yang bercorak Islam, dalam kehidupan sehari-harinya masyarakat Tidore banyak menggunakan hukum Islam . Hal itu dapat dilihat pada saat Sultan Nuku dari Tidore dengan De Mesquita dari Portugis melakukan perdamaian dengan mengangkat sumpah dibawah kitab suci Al-Qur’an. Kerajaan Tidore terkenal dengan hasil rempah-rempah sebagaimana di daerah Maluku. Bangsa Eropa yang datang ke Maluku untuk mencari rempah-rempah, antara lain Portugis, Spanyol, dan Belanda.
Kemunduran Kerajaan Ternate dan Tidore
Kemunduran Kerajaan Ternate disebabkan karena adu domba dengan kerajaan Tidore yang dilakukan oleh bangsa asing ( Portugis dan Spanyol ) dengan tujuan memonopoli daerah penghasil rempah-rempah tersebut. Setelah Sultan Ternate dan Sultan Tidore sadar bahwa mereka telah diadu domba oleh Portugis dan Spanyol, kemudian mereka bersatu dan berhasil mengusir Portugis dan Spanyol ke luar Kepulauan Maluku. Kemenangan tersebut tidak bertahan lama setelah VOC yang dibentuk Belanda datang dan menguasai perdagangan rempah-rempah di Maluku yang selanjutnya berhasil menaklukkan Ternate dengan strategi yang teratur, rapi dan terkontrol dalam organisasi yang kuat.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *