Tenaga Eksogen pembentuk Muka Bumi

  • Whatsapp
Tenaga eksogen pembentuk muka bumi
Tenaga Eksogen adalah tenaga yang berasal dari luar bumi, antara lain berasal dari hujan, panas matahari, angin, aliran air, luncuran gletser serta makhluk hidup. Tenaga eksogen dapat merubah permukaan bumi menjadi, berlubang, berbukit, dan bentuk lainnya. Tenaga eksogen bersifat merusak. Artinya menyebabkan terjadinya kikisan, pelapukan  dan pengangkutan material (mass wasting). Beberapa proses alam yang terjadi karena tenaga eksogen adalah sebagai berikut.
  1. Pengikisan (erosi), Merupakan proses pengikisan dan pengangkutan material hasil pelapukan. Tenaga eksogen yang mampu mengikis dan memindahkan batuan yang telah lapuk, yaitu air, angin, dan gletser.
  • Tenaga air, yaitu erosi yang disebabkan karena tenaga air, misalnya.
    • Erosi percikan, yaitu erosi yang disebabkan karena tetesan air hujan yang memecahkan butiran-butiran tanah.
    • Erosi lembar, yaitu pengikisan dan pengangkutan lapisan tanah permukaan, yang disebabkan oleh aliran air di permukaan.
    • Erosi alur, yaitu pengikisan lapisan tanah yang membentuk alur-alur dengan lebar < 40 cm dan kedalaman < 25 cm.
    • Erosi parit, yaitu pengikisan lapisan tanah yang membentuk alur-alur yang lebih besar sehingga sering disebut parit, memiliki ukuran lebar > 40 cm dan kedalaman > 25 cm.
    • Erosi tebing sungai, yaitu aliran air sungai mengikis tebing sungai.
  • Erosi angin, hembusan angin dapat menyebabkan erosi pada batuan. Proses pengikisan batuan oleh angin disebut deflasi. Bentuk erosi dari tiupan angin berupa lubang-lubang (blow holes). Bentuk sisa dari erosi tiupan angin berupa jamur (pedestal rocks) dan hasil edapannya berupa bukit-bukit pasir (sand dunes) dan endapan lebih halus  dari pasir (loess).
  • Tenaga gelombang, erosi ini terjadi di pinggir-pinggir laut dan kekuatan gelombang air laut merupakan tenaga penggerak dari erosi gelombang. Bentuk dari erosi gelombang berupa gua-gua laut dan celah-celah, serta lengkung laut. Bentuk sisa erosi gelombang berupa dasar pantai yang datar (platform) dan tanjung dengan ujung yang curam. Hasil endapan dari erosi gelombang berupa gosong pasir (bars) dan dasar laut yang dangkal dengan endapan sementara di dalamnya (beach).
  • Tenaga gletser, Tenaga yang dominan pada erosi ini adalah gletser atau es. Di daerah kutub dan puncak pegunungan tinggi , tumpukan salju yang mencair akan menuruni lereng dan mengikis batuan yang dilaluinya sehingga akan terbentuk tebing-tebing yang terjal. Material hasil kikisan akan diendapkan di daerah ujung gletser. Di Indonesia, erosi gletser kemungkinan hanya terjadi di puncak jaya wijaya (papua).
  • Tenaga makhluk hidup (organisme), sebagai penggerak erosi organisme yaitu binatang atau manusia. Erosi oleh organisme ini berupa liang-liang galian binatang (borrows), atau lubang galian pertambangan oleh manusia. Hasil endapan dari erosi organisme berupa karang coral (coral reef) dan sarang binatang (ant hill).
  • Pelapukan, merupakan hasil dari tenaga eksogen yang menghasilkan bentuk muka bumi. Pelapukan merupakan peristiwa hancurnya bentuk gumpalan menjadi butiran kecil bahkan larut dalam air. Macam pelapukan diantaranya.
    • Pelapukan fisik (desintegrasi), yaitu proses penghancuran batuan menjadi bagian-bagian yang lebih kecil tanpa mengubah komposisi atau susunan kimiawinya. Proses ini bisa terjadi karena penyinaran matahari, perubahan suhu dan pembekuan air pada celah-celah batuan.
      • Penyinaran matahari yang terjadi secara terus menerus mengakibatkan batuan menjadi panas. Jika batuan tersebut terkena air hujan secara tiba-tiba maka batuan tersebut akan pecah-pecah.
      • Perubahan suhu, perubahan siang (panas) dan malam (dingin) secara berangsur-angsur dan terus menerus akan mempengaruhi batuan  sehingga menjadi rapuh dan mudah hancur.
      • Pembekuan air pada celah batuan, pada daerah dingin air yang masuk pada celah batuan akan membeku, karena volume es lebih besar dari volume air yang masuk pada celah batuan, maka es akan menekan celah batuan dengan sangat kuat sehingga batuan pecah.
    • Pelapukan kimiawi, pelapukan ini terjadi karena proses kimiawi sehingga batu menjadi lapuk. Misalnya batuan kapur yang terkena air. Berdasarkan prosesnya, pelapukan kimia antara lain.
      • Pelapukan oksidasi, apabila zat pelapuknya adalah oksigen. Contohnya, besi berkarat karena bereaksi dengan oksigen.
      • Pelapukan hidrolisa, apabila zat pelapuknya adalah air. Contoh sederhana adalah pelapukan di daerah kapur, batu kapur yang bereaksi dengan air akan membentuk endapan kalsium bikarbonat berupa stalagtit dan stalagmit.
    • Pelapukan biologi-mekanik (organik), yaitu pelapukan yang disebabkan oleh makhluk hidup, baik tumbuhan maupun binatang. Akar-akar yang masuk ke dalam tanah mempunyai kekuatan yang tinggi, sehingga dapat menghancurkan batuan.
  • Sedimentasi, adalah proses pengendapan material hasil erosi air, angin, gelombang laut dan gletser. Hasil pengendapan (sedimentasi) berupa material-material bumi yang menumpuk secara alami melalui proses geologi. 
    • Sedimentasi air, air sungai yang membawa bahan-bahan hasil erosi akan mengendap dan menghasilkan beberapa macam bentuk, yaitu sebagai berikut.
      • kipas aluvial (alluvial fans), yaitu endapan berbentuk kipas segitiga yang muncul karena aliran sungai dari hulu di pegunungan ke lembah.
      • Dataran banjir (food plain), yaitu endapan yang terdapat di kiri dan kanan sungai karena banjir.
      • Delta, yaitu suatu bentuk sedimentasi yang mengendap saat aliran sungai sampai ke hilirnya di pantai atau tepi danau.
    • Sedimentasi angin (aeolis), angin dapat berperan sebagai pembawa material ke suatu tempat. Bentuk sedimentasi yang dihasilkan angin yaitu.
      • Bukit pasir (sand dune), yaitu bukit-bukit kecil di pantai berupa endapan pasir.
      • Lidah pasir (nehrung), yaitu jenis bukit pasir panjang disepanjang pesisir.
    • Sedimentasi gletser (glasial), es atau gletser yang longsor ke bawah akan mengikis batuan dan tanah yang dilewatinya. Tanah dan batuan  hasil erosi oleh gletser tersebut akan diendapkan dibagian bawah (lembah). Endapan tersebut dinamakan morail.

    Dampak tenaga eksogen bagi kehidupan
    • Dampak positif tenaga eksogen
      • Batuan hasil pembekuan magma akan bermanfaat bagi tumbuhan jika telah dihancurkan oleh tenaga eksogen menjadi partikel-partikel tanah yang subur.
      • Batuan beku akan terpecah-pecah menjadi batuan yang berukuran lebih kecil sehingga dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan terutama bahan bangunan.
      • Mineral berharga yang tadinya berada dibawah tanah lambat laun akan tersingkap oleh tenaga eksogen sehingga dapat dimanfaatkan.
      • Memperluas daratan.
    • Dampak negatif tenaga eksogen.
      • Angin kencang atau badai yang merusak rumah dan bangunan.
      • Hujan yang sangat deras mengakibatkan banjir atau longsor.
      • Panas matahari yang berlebihan dapat mengakibatkan kebakaran hutan.
      • Erosi tanah yang terus menerus mengakibatkan kesuburan tanah semakin berkurang.
      • Abrasi di daerah pantai akan mengakibatkan daratan semakin berkurang dan menyebabkan bangunan menjadi rusak karena dihantam ombak.

    Related posts

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *